UKT-71 PD ITB

Artikel, Kegiatan
Bicara tentang unit olahraga khususnya Perisai Diri di ITB, belum lengkap rasanya jika belum ada kontribusi secara nyata untuk masuk kedalamnya. Nah, salah satu bentuk nyatanya yaitu dengan mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat untuk mengetahui sejauh mana kemampuan kita dalam mempelajari teknik-teknik silat selama latihan sekaligus menunjukkan konsistensi sebagai anggota dari PD ITB (tidak bermaksud menyinggung yang belum ikut UKT lo ya, :9). Suatu pengalaman yang sangat luar biasa ketika kami diberi kesempatan megikuti ajang tersebut. Khususnya bagi angkatan PD ITB 2011 yang notabene banyak peminat baru dan masih 'ijo' dalam menekuni cabang beladiri ini, terkecuali dengan teman-teman yang sebelumnya pernah mengikuti PD :) Tapi hal tersebut tidak menjadi masalah, yang penting disini adalah menunjukkan semangat, mengikuti latihan dengan intensif agar saat UKT nanti kami dapat LULUS dengan baik dan menyandang…
Read More

Janji Perisai Diri

Artikel
Kami Keluarga Silat Nasional Indonesia “PERISAI DIRI” berjanji Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa Setia dan taat kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia Mendahulukan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan Patuh kepada perguruan dan melaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab asas dan tujuannya Memupuk rasa kasih sayang dan kekeluargaan sesama anggota
Read More

Sejarah Perisai Diri

Artikel
Pak Dirdjo (panggilan akrab RM Soebandiman Dirdjoatmodjo) lahir di Yogyakarta pada tanggal 8 Januari 1913 di lingkungan Keraton Paku Alam. Beliau adalah putra pertama dari RM Pakoe Soedirdjo, buyut dari Paku Alam II. Sejak berusia 9 tahun beliau telah dapat menguasai ilmu pencak silat yang ada di lingkungan keraton sehingga mendapat kepercayaan untuk melatih teman-temannya di lingkungan daerah Paku Alaman. Di samping pencak silat beliau juga belajar menari di Istana Paku Alam sehingga berteman dengan Wasi dan Bagong Kusudiardjo. Pak Dirdjo yang pada masa kecilnya dipanggil dengan nama Soebandiman atau Bandiman oleh teman-temannya ini, merasa belum puas dengan ilmu silat yang telah didapatkannya di lingkungan istana Paku Alaman itu. Karena ingin meningkatkan kemampuan ilmu silatnya, setamat HIK (Hollands Inlandsche Kweekschool) atau sekolah menengah pendidikan guru setingkat SMP, beliau meninggalkan Yogyakarta…
Read More